TPA Degayu Overload, DLH Pekalongan Antisipasi Lonjakan Sampah Saat Lebaran

Pekalongan — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan mulai melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi peningkatan volume sampah menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri 2026. Peningkatan aktivitas masyarakat selama periode Lebaran diperkirakan akan berdampak pada bertambahnya timbulan sampah di sejumlah titik keramaian.

Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan DLH Kota Pekalongan, Adi Setiawan, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengelola lonjakan sampah selama periode mudik Lebaran.

Menurutnya, DLH telah menyiapkan tempat sampah tambahan di beberapa titik pusat keramaian, seperti di kawasan rest area serta Alun-alun Kota Pekalongan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam membuang sampah sekaligus menjaga kebersihan kawasan yang diperkirakan akan dipadati pengunjung.

Selain itu, DLH juga telah memberikan arahan kepada para petugas di Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) agar memaksimalkan pengolahan sampah di tingkat awal. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu.

Adi mengungkapkan bahwa kondisi TPA Degayu saat ini sudah tergolong mengalami kelebihan kapasitas. Hal tersebut disebabkan TPA Degayu merupakan satu-satunya tempat pembuangan akhir yang dimiliki Kota Pekalongan.

“TPA Degayu saat ini sudah overload karena menjadi satu-satunya TPA di Kota Pekalongan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan bersama DLH sebenarnya telah membahas rencana pembangunan TPA baru sebagai solusi jangka panjang. Namun hingga kini rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan lahan yang memenuhi syarat teknis.

Salah satu kendala utama adalah ketentuan pembangunan TPA yang harus berada minimal tiga meter di atas permukaan air. Di sisi lain, kondisi kepadatan penduduk di Kota Pekalongan juga menyulitkan pemerintah dalam menemukan lokasi yang layak untuk pembangunan TPA baru.

Sebagai alternatif solusi, DLH Kota Pekalongan berencana memperbanyak pembangunan TPS3R di sejumlah wilayah. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang langsung dibuang ke TPA Degayu melalui proses pengolahan di tingkat masyarakat.

Namun demikian, rencana pembangunan TPS3R di beberapa lokasi masih menghadapi kendala berupa penolakan dari sebagian warga sekitar. Penolakan tersebut umumnya dipicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi bau tidak sedap dan aspek kebersihan dari aktivitas pengolahan sampah.

DLH Kota Pekalongan berharap upaya penguatan pengelolaan sampah melalui optimalisasi TPS3R dan TPST dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan beban TPA Degayu, khususnya dalam menghadapi peningkatan volume sampah selama periode mudik dan Lebaran.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *