
Boyolali — Aktivitas penumpang di Terminal Penggung, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, masih terpantau landai menjelang periode mudik Lebaran 2026. Meski demikian, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) menyebut persiapan tetap berjalan untuk mengantisipasi perubahan arus yang bisa terjadi mendekati hari-H. Hal itu disampaikan Sabarmanto, petugas Dinas Perhubungan di Terminal Penggung Boyolali, saat ditemui di lokasi pada 6 Maret 2026. Ia mengatakan, hingga saat ini belum tampak lonjakan penumpang yang signifikan. “Kalau dilihat sekarang masih sepi, belum ada lonjakan arus mudik,” ujar Sabarmanto.
Menurutnya, salah satu faktor yang membuat Terminal Penggung tidak seramai tahun-tahun sebelumnya adalah perubahan pola perjalanan pemudik. Sabarmanto menyebut banyak pemudik dari arah Jakarta cenderung turun lebih dulu di akses lain, seperti kawasan sekitar exit tol menuju Solo, sehingga terminal tidak menjadi titik turun utama seperti dulu.
Untuk menghadapi kemungkinan perubahan situasi menjelang puncak mudik, pihak terminal fokus menyiapkan kebutuhan dasar operasional. Sabarmanto menyebut langkah yang dilakukan antara lain pembenahan rambu-rambu, penyiapan kantong parkir, serta pengaturan fasilitas transit bagi calon penumpang.

Selain itu, Dishub juga rutin melakukan pemeriksaan kelaikan armada atau ramp check. Pemeriksaan ini dilakukan bersama kepolisian, khususnya unsur lalu lintas, serta petugas pemeriksa kendaraan yang bertugas di terminal. “Ramp check itu biasanya bareng kepolisian dan Dishub, di sini juga rutin. Yang dicek itu rem, ban, terus lampu-lampu, wiper, kelengkapan keselamatan,” kata Sabarmanto.
Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan laik jalan. Jika ditemukan kendaraan yang tidak memenuhi standar, hasilnya akan dicatat dan dilaporkan untuk tindak lanjut sesuai kewenangan petugas di lapangan. Di sisi pengamanan dan pelayanan, Terminal Penggung juga biasanya menyiapkan posko terpadu saat memasuki periode mudik dan arus balik. Posko umumnya berjalan 24 jam dengan sistem pembagian shift, menyesuaikan kebutuhan dan kekuatan personel.
Sabarmanto berharap masyarakat tetap memprioritaskan keselamatan selama perjalanan mudik. Ia mengimbau calon penumpang memilih armada yang laik jalan dan mengikuti pengaturan yang berlaku di terminal agar perjalanan lebih aman dan tertib.
