Cuaca Ekstrem Tak Guncang Harga Ikan, Fasilitas TPI Pekalongan Jadi Sorotan

Pekalongan, CemaraNews.com — Perkembangan harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan terpantau relatif stabil di tengah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Namun demikian, sejumlah nelayan mengeluhkan kondisi fasilitas pelabuhan yang dinilai belum memadai dan berpotensi mengganggu aktivitas mereka.

Berdasarkan hasil pemantauan di kawasan TPI Jalan WR Supratman No.1A, Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Jumat (6/3/2026), aktivitas pelelangan ikan masih dalam keadaan libur. Namun berdasarkan hasil wawancara, sejumlah sumber di lapangan menyebut bahwa cuaca ekstrem belum berdampak besar terhadap keberlangsungan aktivitas nelayan, meski intensitas pelayaran disebut mengalami penurunan.

Salah satu nelayan yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa hasil tangkapan ikan memang cenderung menurun karena frekuensi melaut berkurang. Meski begitu, kondisi tersebut belum memicu kenaikan harga ikan secara signifikan.

“Untuk harga jual masih cenderung stabil. Belum ada lonjakan yang berarti,” ujar sumber tersebut.

Selain persoalan cuaca dan hasil tangkapan, perhatian utama nelayan justru tertuju pada kondisi fasilitas di TPI Kota Pekalongan. Sejumlah nelayan mengaku fasilitas yang tersedia belum cukup mendukung kebutuhan operasional mereka di lapangan.

Keluhan juga mengarah pada biaya yang tetap harus dibayarkan nelayan saat berlabuh jangkar di area TPI. Di sisi lain, beberapa sumber menilai aduan yang selama ini disampaikan belum memperoleh tindak lanjut yang memadai dari pihak pengelola fasilitas.

Sementara itu, salah satu nelayan yang ditemui di lokasi menyebutkan bahwa kondisi gerbang muara di kawasan TPI dinilai sempit dan dangkal, sehingga menyulitkan jalur keluar-masuk kapal. Kondisi tersebut disebut berpotensi menimbulkan gangguan bagi aktivitas kapal nelayan, terutama saat arus pergerakan kapal meningkat.

“Sudah ada kapal yang mengalami kerusakan. Harapannya ada fasilitas penunjang agar kapal bisa lebih aman saat bersandar, seperti karet atau ban pengaman di sekitar betonnya,” kata sumber tersebut.

Meski demikian, para nelayan disebut masih memilih untuk tetap beraktivitas seperti biasa dan belum banyak menyampaikan protes secara terbuka. Faktor ekonomi dan kebutuhan mencari nafkah menjadi alasan utama mereka tetap bertahan di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.

Sementara itu, petugas yang memahami pengelolaan TPI di kawasan tersebut menjelaskan bahwa terdapat pembagian kewenangan dalam pengelolaan TPI Kota Pekalongan. Aktivitas pelelangan ikan disebut dikelola melalui kerja sama instansi terkait, sedangkan aspek fasilitas nelayan berada di bawah tanggung jawab pihak pengelola pelabuhan.

Dari sisi komoditas, ikan konsumsi yang saat ini paling banyak ditangkap nelayan adalah ikan selar dan ikan layang. Namun pada musim saat ini, tangkapan ikan layang disebut lebih mendominasi pasar, sehingga aktivitas pelelangan dan penjualan lebih banyak bertumpu pada jenis ikan tersebut.

Untuk harga, ikan layang di TPI Kota Pekalongan saat ini berada di kisaran Rp25.000 per kilogram dan dinilai masih stabil.

Kondisi ini menunjukkan bahwa di tengah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, stabilitas harga ikan di tingkat pelelangan masih terjaga. Namun, persoalan fasilitas pelabuhan tetap menjadi catatan penting yang diharapkan segera mendapat perhatian agar tidak berdampak lebih jauh terhadap keselamatan kapal maupun keberlangsungan aktivitas nelayan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *