Kabupaten Bogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tengah menangani peristiwa tanah longsor yang terjadi di kawasan Puncak, tepatnya di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. Kejadian ini mengakibatkan 12 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 40 jiwa terpaksa mengungsi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 16.30 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama.
Menurutnya, curah hujan yang tinggi menyebabkan aliran drainase meluap hingga merusak tembok penahan tanah (TPT). Jebolnya TPT tersebut kemudian memicu longsor, sehingga material tanah dan air masuk ke sejumlah rumah warga.
Longsor terjadi di Kampung Bina Taruna RT 001/005, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. Laporan awal diterima BPBD pada pukul 17.15 WIB dari aparat desa setempat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung menuju lokasi pada pukul 17.30 WIB untuk melakukan penanganan awal.
Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, tiga unit rumah mengalami kerusakan kategori sedang, masing-masing milik Agung (2 KK/8 jiwa), Asep (2 KK/6 jiwa), dan Adit (1 KK/4 jiwa). Selain itu, enam rumah lainnya terdampak luapan air namun tidak mengalami kerusakan struktural. Sementara satu rumah milik Ridwan (1 KK/4 jiwa) berada dalam kondisi terancam.
Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Sebanyak 12 KK atau 40 jiwa sementara mengungsi ke rumah kontrakan di alamat yang sama guna mengantisipasi potensi longsor susulan. Hingga saat ini kondisi di lokasi belum sepenuhnya aman, dan proses evakuasi material longsoran akan dilanjutkan pada hari berikutnya.
Penanganan di lapangan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Tagana Dinas Sosial, aparatur desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Puskesmas Cisarua, Satpol PP, Destana Tugu Selatan, relawan komunikasi, serta masyarakat setempat.
BPBD juga telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Kebutuhan mendesak yang masih diperlukan meliputi logistik tanggap darurat dan terpal. Bantuan logistik tambahan telah didistribusikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bogor.
Saat ini, aliran air sementara dialihkan oleh tim gabungan bersama warga untuk mempermudah proses pembersihan material longsor. Penanganan lanjutan akan terus dikoordinasikan dengan dinas terkait guna memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi benar-benar aman.
