
Kabupaten Sragen — Desa Wisata Sukorejo selama ini dikenal dengan keindahan alam dan wisata edukasinya. Namun, di balik potensi itu, terdapat tantangan yang perlu dihadapi: pemanduan wisata yang masih dilakukan seadanya. Menjawab kebutuhan ini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 135 Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Desa Sukorejo menggelar program peningkatan kompetensi wisata melalui pelatihan pedoman tour guide di rumah kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, pada pukul 19.30 WIB, Minggu (16/2/2026).
Kegiatan tersebut menyasar Kelompok Edufarm dan pengelola wahana Tubing Sukorejo. Pelatihan ini dikoordinasi oleh ketua tim KKN UNS 135 yaitu Pradhypta Raka Adi Pratama dari Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya. Ketua Tim KKN 135 menjelaskan bahwa pembekalan tour guide menjadi kebutuhan strategis seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Desa Sukorejo yang dikenal sebagai destinasi wisata edukasi dan wisata alam. “Keterampilan memandu wisata yang baik akan meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pengunjung. Pemandu wisata yang profesional adalah ujung tombak destinasi wisata,” ujarnya.

Dalam sesi sekolah tour guide dadakan ini, para peserta tidak hanya diberikan materi teknis tentang tugas dan tanggung jawab pemandu wisata, tetapi juga diajak praktik langsung. Mereka mempelajari teknik membuka tur, menyampaikan informasi dengan menarik, mengelola waktu kunjungan, serta cara menangani pertanyaan dan situasi darurat saat memandu wisatawan. Tim KKN juga membagikan modul panduan tour guide yang dapat dimanfaatkan oleh pengelola wisata sebagai referensi dalam memberikan pelayanan.
Berdasarkan diskusi dengan peserta, diketahui bahwa selama ini pemanduan wisata di Desa Sukorejo masih dilakukan secara sederhana dan belum terstandar. Para pemandu biasanya hanya mengantar pengunjung ke lokasi-lokasi wisata tanpa memberikan penjelasan yang memadai. Melalui pelatihan ini, peserta mulai memahami pentingnya sajian informasi yang menarik dan terstruktur agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang berkesan.

Salah satu peserta pelatihan, Haryanto, mengakui bahwa materi yang diberikan sangat membuka wawasan. “Kami jadi tahu bagaimana cara menyambut tamu dengan ramah, menjelaskan sejarah dan keunikan desa kami, serta membuat mereka betah berlama-lama di sini. Terutama sektor tubing yang sering didatangi wisatawan” ungkapnya. Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari Kepala Desa Sukorejo, Sukrisno, S.Pd. SD., S.H., menurutnya pelatihan ini diperlukan untuk mencapai integrasi dari sektor pariwisata. “Harapannya pelatihan ini dapat menjadi salah satu langkah dalam mengintegrasikan sektor-sektor potensi desa Sukorejo ” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari tema besar KKN UNS, yakni edukasi dan pendampingan pemberdayaan masyarakat dalam penguatan Sustainable Development Goals (SDGs). Dosen Pembimbing Lapangan KKN 135 UNS, Andriko Sandria SIP., MA., menegaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat sosialisasi. “Kami fokus pada praktik langsung dan pendampingan agar masyarakat benar-benar mampu menjadi pemandu wisata yang handal dan profesional,” jelasnya.
Dengan peningkatan kapasitas di bidang tour guide, diharapkan Desa Wisata Sukorejo dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih profesional dan berdaya saing. Upaya ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam membangun kemandirian ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan dan keterampilan, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membuka peluang usaha baru di sektor pariwisata desa. Selain itu, pemandu wisata yang profesional juga berperan sebagai garda terdepan dalam mewujudkan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mengedukasi wisatawan untuk berperilaku ramah lingkungan dan menghormati kearifan lokal.
Melalui program ini, KKN 135 UNS berharap Desa Wisata Sukorejo semakin siap menghadapi tantangan di sektor pariwisata. Penguatan kompetensi tour guide menjadi langkah konkret dalam membangun kemandirian ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Kelompok 135 adalah tim KKN Universitas Sebelas Maret periode Januari-Februari 2026 yang berlokasi di Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Kelompok yang memiliki judul “Penguatan Desa Wisata Sukorejo: Integrasi Sektor Pertanian dan Pariwisata Melalui Edukasi, Inovasi, dan Kolaborasi” berfokus pada program kerja bidang pariwisata, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat desa dalam rangka pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s)
